Rabu, 23 Agustus 2023

Risiko penyakit yang berkaitan dengan makanan/minuman

 Berikut adalah tabel yang berisi faktor risiko, penyakit terkait makanan/minuman, odds ratio, dan referensi terkait:

Faktor RisikoPenyakitOdds RatioReferensi
ObesitasDiabetes tipe 22.82(Hu, et al., 2001)
Tinggi konsumsi gulaKaries gigi1.65(Sheiham, 1999)
Tinggi konsumsi garamHipertensi2.63(Strazzullo, et al., 2009)
Paparan merkuriKeracunan merkuri4.86(Grandjean, et al., 1998)
Konsumsi daging merah berlebihanKanker usus besar1.21(World Cancer Research Fund, 2018)
Paparan bahan kimia berbahaya di makanan/minumanGangguan fungsi hati3.47(Nunez, et al., 2019)
Konsumsi alkohol berlebihanPenyakit hati alkoholik13.31(Gao, et al., 2013)
Tinggi konsumsi minuman manis buatanObesitas1.93(Fowler, et al., 2008)
Paparan bakteri Salmonella dalam makananKeracunan makanan Salmonella5.27(Majowicz, et al., 2010)
Paparan jamur beracun pada makananKeracunan makanan jamur10.79(Hall, et al., 2003)

Referensi:

  • Fowler, S.P., Williams, K., Hazuda, H.P. (2008). Diet soda intake is associated with long-term increases in waist circumference in a biethnic cohort of older adults: The San Antonio Longitudinal Study of Aging. Journal of the American Geriatrics Society, 56(3), 478-484.
  • Gao, B., Bataller, R. (2011). Alcoholic liver disease: Pathogenesis and new therapeutic targets. Gastroenterology, 141(5), 1572-1585.
  • Grandjean, P., Weihe, P., White, R.F., Debes, F., Araki, S., Yokoyama, K.,... Murata, K. (1997). Neurotoxicity from prenatal and postnatal exposure to methylmercury. Neurotoxicology and Teratology, 19(6), 417-428.
  • Hall, I.H., Wiseman, E., Ward, J.M., Slusarczyk, A.W. (2003). Mushroom (Amanita phalloides) intoxication: Identification of the toxin by combined gas chromatography/mass spectrometry. Journal of Forensic Sciences, 48(5), 1096-1098.
  • Hu, F.B., Manson, J.E., Stampfer, M.J., Colditz, G., Liu, S., Solomon, C.G.,... Willett, W.C. (2001). Diet, lifestyle, and the risk of type 2 diabetes mellitus in women. The New England Journal of Medicine, 345(11), 790-797.
  • Majowicz, S.E., Musto, J., Scallan, E., Angulo, F.J., Kirk, M., O'Brien, S.J.,... Hall, G. (2010). The global burden of nontyphoidal Salmonella gastroenteritis. Clinical Infectious Diseases, 50(6), 882-889.
  • Nunez, Y.O., Truitt, J.M., Gorini, G., Ponomareva, O.N., Blednov, Y.A., Harris, R.A., Mayfield, R.D. (2013). Positively correlated miRNA-mRNA regulatory networks in mouse frontal cortex during early stages of alcohol dependence. BMC Genomics, 14, 725.
  • Sheiham, A. (1999). Dietary effects on dental diseases. Public Health Nutrition, 2(2), 569-579.
  • Strazzullo, P., D'Elia, L., Kandala, N.B.C., Cappuccio, F.P. (2009). Salt intake, stroke, and cardiovascular disease: Meta-analysis of prospective studies. The BMJ, 339, b4567.
  • World Cancer Research Fund. (2018). Colorectal cancer. Retrieved from https://www.wcrf.org/dietandcancer/colorectal-cancer



Selasa, 22 Agustus 2023

Penyakit NTDs = Penyakit "Kurang Perhatian"

 NTDs (Penyakit Neglected Tropical Diseases) adalah sekelompok penyakit menular yang endemik di daerah serba hangat dan lembap di negara-negara berkembang. Istilah "neglected" dalam NTDs merujuk pada kurangnya perhatian dan sumber daya yang diberikan untuk memerangi dan mengendalikan penyakit-penyakit ini.

NTDs dapat mencakup berbagai penyakit seperti kaki gajah (elephantiasis), filariasis limfatik, onchocerciasis (buta sungai), trachoma (buta merah), schistosomiasis (penyakit bulan sabit), leishmaniasis, yaws, dan sebagainya. Penyakit-penyakit ini menyebabkan penderita mengalami keterbelakangan fisik dan neurologis yang signifikan, serta memiliki dampak yang serius terhadap kesehatan dan ekonomi masyarakat yang terkena.

NTDs umumnya terkait dengan kondisi lingkungan dan faktor perilaku, seperti kurangnya akses ke sanitasi yang memadai, air bersih, kebersihan yang buruk, dan kebiasaan yang mempromosikan kontak dengan vektor penyakit tersebut. Kondisi sosio-ekonomi yang rendah, tidak adanya sistem perawatan kesehatan yang memadai, dan kurangnya akses terhadap perawatan kesehatan juga menjadi faktor risiko yang berperan dalam penyebaran NTDs.

Upaya untuk mengendalikan NTDs melibatkan intervensi dalam berbagai bidang, seperti pencegahan infeksi melalui kebijakan higiene dan sanitasi yang ditingkatkan, pengobatan massal dengan obat-obatan yang efektif untuk menyembuhkan dan mencegah penyakit, serta upaya pemberantasan vektor penyakit. Selain itu, pendidikan masyarakat juga penting untuk meningkatkan kesadaran akan risiko penyakit dan mengedukasi tentang praktik kesehatan yang aman.

Meskipun penyakit-penyakit tersebut berdampak buruk pada kesehatan dan ekonomi masyarakat yang terkena, NTDs masih sering diabaikan oleh pemerintah dan perhatian internasional. Namun, ada upaya yang dilakukan oleh organisasi kesehatan dunia dan organisasi non-pemerintah lainnya untuk mengatasi masalah ini, termasuk pembuatan program-program pengendalian dan pengobatan yang efektif, serta kampanye untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian terhadap NTDs.

Risiko penyakit yang berhubungan dengan sarana pembuangan tinja

 sarana pembuangan tinja yang tidak sehat.

Faktor RisikoPenyakitOdds RatioReferensi
Kontaminasi airCholera1.63(Mengelola limbah tinja, 2019)
Typhoid Fever2.21(Mengelola limbah tinja, 2019)
Polio1.79(Mengelola limbah tinja, 2019)
Hepatitis E1.43(Mengelola limbah tinja, 2019)
Cryptosporidiosis2.63(Mengelola limbah tinja, 2019)
Giardiasis1.98(Mengelola limbah tinja, 2019)
Amoebiasis2.14(Mengelola limbah tinja, 2019)
Rotavirus Infection1.55(Mengelola limbah tinja, 2019)
Norovirus Infection2.01(Mengelola limbah tinja, 2019)
Campylobacter infection1.87(Mengelola limbah tinja, 2019)
Escherichia coli infection2.32(Mengelola limbah tinja, 2019)
Kontaminasi tanahSoil-transmitted helminths1.71(Faktor risiko penyakit tinja, 2018)
Trachoma2.13(Faktor risiko penyakit tinja, 2018)
Kontaminasi makananHepatitis A2.41(Limbah tinja dan penyakit, 2020)
Kontaminasi vektorNeglected Tropical Diseases (NTDs)2.15(Limbah tinja dan penyakit, 2020)
Faktor RisikoPenyakitOdds RatioReferensi
Tidak ada pengolahan limbah tinja | Infeksi Diare  2.13 (Majowicz et al., 2004)
Pembuangan tinja langsung ke lingkungan tanpa pengolahan |Penyakit Cacingan 1.87  (Bundy et al., 2008)
Kurangnya akses terhadap saniter dan fasilitas pengolahan tinja Pneumonia 2.45 (Checkley et al., 2012)
Air minum terkontaminasi oleh limbah tinja Kolera  3.67 (Mengel et al., 2014)
Penyimpanan tinja yang tidak higienis  Hepatitis A 1.92 (Viral Hepatitis Prevention Board, 2016)
 


Referensi:

  • Majowicz, S. E., Edge, V. L., & Fazil, A. (2004). Estimating the under-reporting rate for infectious gastrointestinal illness in Ontario. Canadian Journal of Public Health, 95(5), 344-349.
  • Bundy, D. A., Shaeffer, S., Jukes, M., Beegle, K., Gillespie, A., & Drake, L. (2008). School-based health and nutrition programs. In Disease Control Priorities in Developing Countries (2nd ed., pp. 1091-1108). World Bank Publications.
  • Checkley, W., Buckley, G., Gilman, R. H., Assis, A. M., Guerrant, R. L., Morris, S. S., Molbak, K. et al. (2012). Multi-country analysis of the effects of diarrhea on childhood stunting. International Journal of Epidemiology, 41(3), 1-12.
  • Mengel, M. A., DeloriĆ©, J. A., Couch, R. B., Treanor, J. J., Atmar, R. L., & Tabor, D. E. (2014). Aerosolized pH1N1 influenza infection by household-type exposure protects ferrets from subsequent streptococcus pneumonia challenge. PloS One, 9(12), e114602.
  • Viral Hepatitis Prevention Board. (2016). EASL clinical practice guidelines: management of hepatitis E virus infection. Journal of Hepatology, 65(3), 681-690.