Entomolog Kesehatan

Jabatan Fungsional Entomolog Kesehatan

Silakan KLIK disini

--------
 
SEKILAS TENTANG ENTOMOLOG KESEHATAN

 
1A. Pengamatan vektor/serangga pengganggu adalah kegiatan yang bersifat rutin untuk mengetahui fluktuasi  populasi vektor/serangga pengganggu 
2B. Penyelidikan vektor/serangga pengganggu adalah kegiatan yang bersifat insidentil/sewaktu untuk mengetahui hal-hal yang perlu diketahui tentang vektor/serangga pengganggu dan metoda pemberantasannya/pengendaliannya
3C. Pemberantasan vektor/serangga pengganggu adalah upaya menekan populasi vektor/serangga pengganggu untuk mencegah penularan penyakit atau untuk meningkatkan kenyamanan hidup manusia dengan cara-cara yang aman terhadap manusia

4D. Pengendalian vektor/serangga pengganggu adalah upaya mengelola lingkungan untuk mencegah berkembangnya atau menekan populasi vektor/serangga pengganggu dalam rangka mencegah penyakit dan meningkatkan kenyamanan hidup manusia tanpa mengganggu kelestarian lingkungan
5E. Vektor penyakit adalah binatang yang dapat menularkan/memindahkan dan atau menjadi sumber penularan  penyakit terhadap manusia seperti serangga, tikus, anjing, kucing, babi, kera, atau binatang lainnya
6F.  Kegiatan entomolog kesehatan antara lain :
a.       Pengendalian nyamuk Aedes aegypti
1.       Survei Aedes aegypti stadium larva
2.       Pengamatan Aedes aegypti stadium telur
3.       Pengamatan Aedes aegypti stadium dewasa
4.       Pemberantasan dengan peran serta masyarakat
5.       Pemberantasan dengan Larvasidasi
6.       Pemberantasan menggunakan thermal fogging
7.       Pelaksanaan Fogging/spraying dengan ULV (Ultra low volume)
b.      Pengendalian nyamuk anopheles
1.       Survei Anopheles stadium larva
2.       Pengamatan Anopheles stadium dewasa dengan umpan orang
3.       Pengamatan Anopheles stadium dewasa bukan dengan umpan orang
4.       Pemberantasan nyamuk Anopheles Indoor Residual Spraying
5.       Pemberantasan larva Anopheles dengan mist blower
c.       Pengendalian lalat
1.       Survei kepadatan lalat di Pelabuhan
2.       Survei kepadatan lalat di kapal
3.       Pemberantasan dengan peran serta masyarakat melalui perbaikan lingkungan
4.       Pelaksanaan penyemprotan dengan efek knock down di Kapal/pelabuhan
5.       Larvasidasi dengan mist blower
d.      Pengendalian kecoa
1.       Survei kepadatan kecoa di Pelabuhan
2.       Survei kepadatan kecoa di kapal
3.       Pemberantasan dengan peran serta masyarakat melalui perbaikan lingkungan
4.       Penyemprotan dengan efek knock down di Pelabuhan/Bandara
5.       Penyemprotan dengan efek knock down di kapal
e.      Pengendalian tikus dan pinjal
1.       Di Pelabuhan/Bandara
a)      Pengamatan tikus dan pinjal
b)      Identifikasi tikus dan pinjal
c)       Peracunan tikus
2.       Di Kapal
a)      Pemeriksaan kehidupan tikus
b)      Pengawasan tindakan pencegahan tikus di kapal
c)       Pengawasan tindakan derattisasi
f.         Tindakan penyehatan alat angkut, orang dan barang
1.       Fumigasi (Derattisasi) : persiapan, pelaksanaan, penggasan, pembebasan gas, penilaian, pelaporan
2.       Disinseksi
a)      Di Kapal Laut
b)      Di pesawat


INFO lebih lanjut  

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Kegiatan Entomologi Kesehatan

Tujuan Umum :
Peserta mampu melakukan pemberdayaan masyarakat  Dalam Entomolog 
Kesehatan.
Tujuan Khusus, peserta  Mampu :
žMenjelaskan pengertian dan tujuan pemberdayaan masyarakat  dalam Entomolog
Kesehatan.
žMenjelaskan sasaran pemberdayaan masyarakat  dalam Entomolog Kesehatan.
žMemahami mengenai kegiatan-kegiatan pemberdayaan dimasing-masing
sasaran.
žMempraktekkan teknik  komunikasi individu, kelompok maupun masyarakat
žMenjelaskan potensi pengembangan kemitraan dalam Entomolog Kesehatan.
žMenjelaskan langkah-langkah pemberdayaan masyarakat

 Tugas pokok Entomolog Kesehatan 
Melaksanakan kegiatan pengamatan, penyelidikan, pemberantasan, dan 
pengendalian terhadap vektor penyakit untuk mencegah penularan penyakit,
serta terhadap serangga pengganggu untuk meningkatkan kenyamanan hidup
 manusia dan lingkungannya.

 


Mengenal tikus
Tikus termasuk dalam binatang pengerat (Ordo Rodentia, rodere : mengerat). Subordo Myomorpha (tikus) merupakan kelompok terbesar dalam ordo Rodentia. Para ahli hewan sepakat menggolongkan tikus ke dalam kingdom Animalia, filum Chordata, subfilum Vertebrata, kelas Mammalia, ordo Rodentia, subordo Myomorpha, famili Muridae, subfamili Murinae, genus Bandicota, Rattus dan Mus. Ciri paling utama semua Rodentia adalah kemampuannya mengerat benda-benda dengan sepasang gigi seri yang besar, tidak memiliki gigi taring (canina) dan gigi geraham depan (premolar), sehingga diantara gigi seri dan geraham belakang (molar) terdapat celah yang disebut diastema, Celah ini berfungsi untuk membuang kotoran yang ikut terbawa bersama dengan pakannya masuk kedalam mulut. Misalnya benda asing atau serpihan kayu yang terlapau besar yang mampu membuatnya tersedak akan keluar melalui rongga yang terdapat antara gigi seri dan gigi gerahamnya. Pada lapisan luar gigi seri terdapat email yang amat keras, sedangkan bagian dalamnya tanpa lapisan email sehingga mudah aus. Selisih kecepatan ausnya ini membuat gigi itu selalu tajam. Gigi seri tersebut tumbuh terus menerus dan untuk mengurangi pertumbuhan gigi seri yang dapat membahayakan dirinya sendiri, maka tikus selalu mengerat benda apapun yang ia jumpai. Kekhasan lain pada mulut Rodentia adalah cara penyaringan makanan yang tidak layak dimakan. Tikus dapat menjadi inang dari vektor beberapa penyakit. Tikus juga dapat merugikan manusia karena menghabiskan dan merusak makanan, tanaman, barang-barang dan lain-lain. Kehidupan tikus disebut juga commensal yaitu makan dan tinggal di dekat kehidupan manusia. Dilihat dari sudut estetika dan pelayanan umum, tikus dapat menimbulkan citra kurang baik karena mengganggu ketenangan dan kenyamanan, terutama, bila dihubungkan dengan bidang pariwisata.

1. Identifikasi Tikus Hal-hal yang perlu di perhatikan untuk menentukan jenis/spesies tikus adalah sebagai
    berikut :
    a. Warna dan jenis rambut
    b. Warna ekor
    c. Panjang ekor dari pangkal sampai ujung yaitu dari anus sampai ujung ekor tapi tidak termasuk rambut 
        yang ada di ujung ekor
    d. Bentuk dan ukuran tengkorak
    e. Panjang total dari ujung hidung sampai ujung ekor, 
    f. Panjang kepala dan badan. Luruskan badan (tulang punggung terbentang lurus) dan ukur dari ujung 
       hidung sampai anus. 
   g. Panjang telapak kaki belakang dari tumit sampai ujung kuku, letakkan kaki belakang di penggaris. Ukur 
       dari tumit sampai ujung jari kaki yang paling panjang, tapi tidak termasuk kuku jari kaki. 
   h. Panjang telinga. Biarkan telinga tegak secara alamiah, ukur dari pangkal daun telinga sampai ujung dan 
       pengukuran dilakukan pada bagian yang paling panjang. 
    i. Berat badan (gram)
   j. Jumlah puting susu pada tikus betina yaitu jumlah puting susu bagian dada dan perut (dada + perut). 
      Contoh 2 + 3 = 10 artinya 2 pasang di bagian dada dan 3 pasang di bagian perut sama dengan 10 buah.
2. Jenis Tikus Ordo Rodentia terdiri dari 2000 spesies, dari subordo Myomorpha (tikus), ada sekitar 15 spesies genus Mus dan lebih dari 500 spesies genus Rattus tersebar di seluruh dunia, kurang lebih 150 spesies tikus yang ada di Indonesia dan hanya beberapa spesies yang paling berperan sebagai hama tanaman, permukiman dan penyebar penyakit pada manusia, yaitu Bandicota indica, Bandicota bengalensis, Rattus norvegicus, Rattus tanezumi, Rattus tiomanicus, Rattus argentiventer, Rattus exulans, Mus musculus, Mus caroli. Dari semua jenis tikus tersebut hanya empat yang menjadi hama penting di bidang permukiman yaitu Bandicota indica, Rattus norvegicus, Rattus tanezumi, Mus musculus. Rodentia komensal (Rodentia yang aktivitas hidupnya di lingkungan permukiman manusia) yang umum dan luas penyebarannya di dunia adalah Rattus norvegicus, Rattus tanezumi, Mus musculus, selain itu jenis tikus yang banyak ditemukan di kapal yang didapat dari pelaksanaan fumigasi yaitu Rattus tanezumi.

Bentuk kegiatan entomolog berkaitan dengan tikus antara lain KLIK DISINI
 

Tidak ada komentar: