Senin, 15 Januari 2024

Tumbuhan yang banyak mengandung Flavonoid, Saponin, Polifenol, Tanin, Triterpen

Flavonoid adalah senyawa kimia yang terdapat pada tumbuhan. Senyawa ini adalah pigmen alami yang dapat memberikan warna pada bunga, buah, sayuran dan tanaman lainnya. Rumus umum untuk flavonoid adalah C15H10O6. Ini mencerminkan struktur dasar dari flavonoid yang terdiri dari cincin benzena (C6H5) yang terhubung dengan cincin piran (C5H4O) dengan gugus hidroksil (OH) yang terikat di berbagai posisi. Rumus ini mewakili keragaman flavonoid yang dapat ditemukan dalam berbagai tumbuhan. Flavonoid adalah kelompok senyawa fitokimia yang memiliki banyak varian struktural dan berperan penting sebagai pigmen warna dalam tumbuhan serta memiliki aktivitas biologis yang beragam. Flavonoid juga dikenal karena memiliki sifat antioksidan yang tinggi, yang bermanfaat untuk membantu melindungi tubuh dari radikal bebas dan kerusakan sel.  Senyawa Flavonoid terdiri dari berbagai jenis dan banyak terdapat dalam makanan alami seperti teh, biji-bijian, buah, sayuran, dan rempah-rempah. Beberapa manfaat dari flavonoid adalah sebagai anti-inflamasi, menurunkan risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker, meningkatkan fungsi otak, serta meningkatkan imunitas tubuh. Konsumsi makanan yang kaya akan flavonoid dapat membantu menyeimbangkan diet dan memperbaiki kesehatan. 

Saponin adalah senyawa kimia alami yang dapat ditemukan pada tumbuhan berpembuluh. Rumus umum untuk saponin adalah CnH2nOx, di mana n dan x adalah bilangan bulat yang berbeda tergantung pada struktur kimia spesifik dari saponin yang diteliti. Senyawa ini dikenal memiliki sifat pembersih dan berbusa ketika tercampur dengan air dan digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan sabun dan produk pembersih lainnya. Saponin juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang dapat menguntungkan tubuh, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan kolesterol, menurunkan risiko kanker dan diabetes, dan mengurangi peradangan. Senyawa ini juga dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Saponin terdapat pada berbagai jenis tanaman, termasuk kacang-kacangan seperti kacang tanah, kedelai, dan kacang hijau, serta beberapa jenis biji-bijian seperti quinoa dan biji-bijian gandum. Selain itu, senyawa ini juga dapat ditemukan pada umbi-umbian seperti yam, singkong, dan ubi jalar.

Polifenol adalah senyawa kimia alami yang ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, teh, anggur merah, coklat, dan biji kakao. Rumus umum polifenol tidak ada yang spesifik, karena polifenol merupakan sekelompok senyawa yang berbeda dengan struktur kimia yang bervariasi. Namun, polifenol umumnya mengandung gugus fenol (C6H5OH) sebagai salah satu komponen utamanya. rumus umum untuk beberapa kelompok polifenol yang umum termasuk flavonoid (C15H10O6), asam fenolat (C7H6O3), stilben (C14H12O3), dan lignan (C20H22O). Senyawa ini terdiri dari beberapa jenis dengan karakteristik struktur kimia yang berbeda satu sama lain. Polifenol dikenal memiliki sifat antioksidan dan merupakan senyawa yang kuat untuk melindungi tubuh terhadap kerusakan radikal bebas. Polifenol memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, seperti meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan risiko diabetes, menurunkan tekanan darah, mendukung kesehatan otak dan sistem saraf, serta meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Beberapa contoh makanan yang mengandung polifenol adalah teh hijau, teh hitam, biji kakao, coklat hitam, stroberi, blueberry, raspberry, anggur, kacang merah, kacang walnut, dan biji-bijian seperti kacang almond dan kenari. Polifenol sangat penting untuk kesehatan tubuh kita, dan konsumsi makanan yang kaya akan senyawa ini dapat membantu memaksimalkan manfaat kesehatannya.

Triterpen adalah jenis senyawa kimia alami yang umumnya terdapat pada tumbuhan. Rumus umum triterpen adalah (C30H48)n. Triterpen adalah kelas senyawa yang terdiri dari unit isoprena (C5H8) yang terhubung secara linear menjadi struktur yang lebih besar. Satu molekul triterpen biasanya terdiri dari enam unit isoprena. Senyawa ini adalah anggota dari kelompok terpenoid, yang terdiri dari struktur kimia yang sama. Struktur kimia triterpen terdiri dari cincin karbon dan beberapa gugus fungsional. Beberapa contoh triterpen yang terkenal adalah asam ursolat, asam oleanolat, asam betulat, dan lupeol. Triterpen mengandung beberapa manfaat untuk kesehatan tubuh manusia, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi risiko penyakit jantung, anti-inflamasi dan antioksidan, meningkatkan kesehatan kulit, serta mengurangi risiko beberapa jenis kanker. Triterpen juga memiliki sifat antivirus dan dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati beberapa jenis infeksi virus. Tumbuhan yang mengandung triterpen termasuk jenis ginseng, daun pegagan, kulit kayu putih, ekstrak daun lidah buaya, buah jinten hitam, dan jahe. Selain itu, triterpen juga dapat ditemukan pada beberapa jenis jamur. Konsumsi makanan yang kaya akan triterpen dapat meningkatkan manfaat kesehatannya untuk tubuh kita.  

Tannin (tanin) adalah senyawa kimia alami yang terdapat pada tumbuhan. Senyawa ini ditemukan pada kulit, biji, dan daun pada banyak jenis buah, seperti anggur, stroberi, nanas, dan blueberry. Tannin juga terdapat pada teh, kopi, dan cokelat.  Struktur umum tanin terdiri dari inti hidrokarbon yang mengandung cincin aromatik, seperti flavonoid atau asam fenolat, yang mengikat gugus hidroksil dalam berbagai cara. Karena variasi struktur yang luas, rumus molekul yang tepat akan berbeda untuk setiap jenis tanin. contoh umum tanin adalah tannin gallat yang memiliki rumus molekul C76H52O46. Ada juga banyak variasi struktural dalam tanin lainnya, termasuk tanin katekin yang ditemukan dalam teh hijau, tanin ellagit yang ditemukan dalam buah delima, dan tanin katekuin yang ditemukan dalam anggur merah. Tannin dikenal karena sifatnya yang pahit dan astringen (mampu membuat mulut terasa kering). Senyawa ini juga memiliki sifat antara lain sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Terdapat beberapa manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan konsumsi makanan yang mengandung tannin, seperti menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, dan infeksi. Tumbuhan yang kaya akan tannin sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan diare dan nyeri perut. Namun, karena sifatnya yang membikin mulut kering dan pahit, penambahan tannin dalam jumlah yang besar ke dalam makanan atau minuman dapat mengubah rasa dan membuatnya tidak enak. Karena tannin merupakan senyawa yang alami dan sering ditemukan dalam makanan kita sehari-hari, konsumsi makanan yang kaya akan tannin pada jumlah yang wajar merupakan hal yang aman dan sehat.

Contoh Beberapa tumbuhan yang banyak mengandung flavonoid, saponin, polifenol, tanin, dan triterpen spesisfik adalah:

Anggur (Vitis vinifera): Mengandung flavonoid seperti resveratrol. Referensi: Jang M, Cai L, Udeani GO, et al. (1997). Cancer chemopreventive activity of resveratrol, a natural product derived from grapes. Science, 275(5297), 218-220.
Referensi: Jang M, Cai L, Udeani GO, et al. (1997). Cancer chemopreventive activity of resveratrol, a natural product derived from grapes. Science, 275(5297), 218-220.


Teh hijau (Camellia sinensis): Mengandung flavonoid, catechin, epicatechin, dan epigallocatechin gallate (EGCG). Referensi: Cabrera C, Artacho R, Giménez R. (2006). Beneficial effects of green tea--a review. Journal of the American College of Nutrition, 25(2), 79-99.

Kulit jeruk (Citrus spp.): Mengandung flavonoid seperti hesperidin. Referensi: Giammanco M, Di Mauro D, La Guardia M, et al. (2015). Flavonoids and vitamin C in citrus juices: relation to human health. Current Medicinal Chemistry, 22(1), 1-13.

Lidah buaya (Aloe vera): Mengandung saponin, polifenol, dan triterpen. Referensi: Surjushe A, Vasani R, Saple DG. (2008). Aloe vera: a short review. Indian Journal of Dermatology, 53(4), 163-166.

Teh chamomile (Matricaria chamomilla): Mengandung flavonoid seperti apigenin dan kumarin. Referensi: Srivastava JK, Shankar E, Gupta S. (2010). Chamomile: A herbal medicine of the past with bright future. Molecular Medicine Reports, 3(6), 895-901.
    Ginkgo biloba: Mengandung flavonoid seperti ginkgo flavon glycosides dan terpenoid seperti ginkgolides dan bilobalides. Referensi: Mahadevan S, Park Y. (2008). Multifaceted therapeutic benefits of Ginkgo biloba L.: Chemistry, efficacy, safety, and uses. Journal of Food Science, 73(1), R14-R19.

      Daun teh (Camellia sinensis): Mengandung flavonoid seperti catechin dan polifenol seperti theaflavin dan thearubigin.
      Referensi: Lin JK, Lin-Shiau SY. (2006). Mechanisms of hypolipidemic and anti-obesity effects of tea and tea polyphenols. Molecular Nutrition & Food Research, 50(2), 211-217.

      Rosemary (Rosmarinus officinalis): Mengandung flavonoid seperti apigenin dan triterpen seperti ursolic acid.
      Referensi: Perry NS, Houghton PJ, Theobald A, et al. (2000). In-vitro activity of S. lavandulaefolia (Spanish sage) relevant to treatment of Alzheimer's disease. Journal of Pharmacy and Pharmacology, 52(8), 895-902.

      Kurkuma (Curcuma longa): Mengandung flavonoid seperti curcumin dan polifenol seperti kurkuminoid.
      Referensi: Gupta SC, Patchva S, Aggarwal BB. (2013). Therapeutic roles of curcumin: lessons learned from clinical trials. The AAPS Journal, 15(1), 195-218.

      Kulit kayu manis (Cinnamomum verum): Mengandung flavonoid seperti catechin dan tanin seperti proanthocyanidin.
      Referensi: Qiu F, McKeever R, Britz-McKibbin P. (2005). Cinnamic acid metabolomics: an expanded suite of sesquiterpene lactone ‘pseudo-standards’ for targeted profiling. Metabolomics, 1(3), 257-268.



        Selasa, 12 Desember 2023

        Mikrofita penyebab bau dan rasa pada air

        jasad mikro yang dapat menyebabkan bau dan rasa pada air, diantaranya  adalah :

        • 1.     Chara
        • 2.     Nitella
        • 3.     Cladophora
        • 4.     Pithophora
        • 5.     Volvox
        • 6.     Asterionella
        • 7.     Aulacoseira
        • 8.     Cylotella
        • 9.     Didymosphenia
        • 10.  Fragillaria
        • 11.  Fragilaria crotonensis
        • 12.  Melosira
        • 13.  Nitzstchia
        • 14.  Stephanodiscus
        • 15.  Tabellaria
        • 16.  Ulnaria
        • 17.  Ulnaria (valve)
        • 18.  Dynobryon
        • 19.  Uroglena volvox
        • 20.  Mallomonas
        • 21.  Synura
        • 22.  Cuspidothryx
        • 23.  Aphanizomenom flos aquae
        • 24.  Dolychospermum
        • 25.  Gloeotrichia
        • 26.  Lyngbya
        • 27.  Microcystis aeruginosa
        • 28.  Microcystis wessenbergii
        • 29.  Nodularia
        • 30.  Pseudodanabaena
        • 31.  Phormidium
        • 32.  Planktothrix
        • 33.  Microseira
        • 34.  Oscilatoria
        • 35.  Sphaerospermophis
        • 36.  Woronichinia
        • 37.  Euglena
        • 38.  Chrysochromulina
        • 39.  Ceratium

        Jumat, 08 Desember 2023

        Mikroba Biang Filter Mampet

         

         

        Seiring waktu pengoperasian filter, kejadian fouling (aliran tersendat) atau clogging (aliran mampet tak mengalir) bisa saja terjadi.  penyebabnya bisa karena kadar zat tersuspensi yang tertahan atau karena pertumbuhan mikroba. 

        beberapa mikroba yang diidentifikasi sebagai penyebab fouling atau clogging pada filter adalah sebagai berikut :

        • Closterium
        • Hydrodictyon
        • spirogyra
        • Asterionella
        • Aulacoseira
        • Cyclotella
        • Cymbella
        • Diatoma
        • Didymosphenia
        • Encyonema
        • Fragilaria
        • Fragilaria crotonensis
        • Tabellaria
        • Ulnaria
        • Dynobrion
        • Tribonema
        • Dolychospermum
        • Gloeotrichia
        • Lyngbia
        • Microcystis aeruginosa
        • Microcystis wessenbergii
        • Oscilatoria
        • Sphaerospermopsis
        • Euglena
        Penasaran bentuk rupa masing-masing seperti apa ? bisa googling atau email admind.



        Selasa, 28 November 2023

        Solusi Saluran terSumbat

        Seringkali saluran air limbah di rumah kita mengalami hal-hal berikut yang perlu ditangani dengan segera:

        • Aliran air yang lambat atau tidak lancar
        • Bau tidak sedap: penumpukan kotoran dan lemak di dalam pipa wastafel dapat menyebabkan bau tidak sedap.
        • Air yang meluap dari wastafel: ketika pipa tersumbat, air dapat meluap dari wastafel dan menyebabkan kekacauan.
        • Air yang tidak mengalir sama sekali: pipa yang tersumbat parah dapat menyebabkan air tidak keluar sama sekali dari wastafel.
        • Suara gurgling: ketika pipa tersumbat, air dapat mengeluarkan suara gurgling atau mendesis yang tidak nyaman didengar.
        • Tumpukan kotoran dan lemak di sekitar saluran pipa
        • Terjadinya genangan air di sekitar saluran pipa
        • Tersumbatnya saluran pipa oleh bahan yang sulit diurai seperti tisu toilet atau wet wipe
        • Kerusakan pada pipa: ketika pipa tersumbat terus-menerus, dapat menyebabkan kerusakan pada pipa dan membutuhkan biayTersumbatnya saluran pipa oleh benda asing seperti rambut atau sampaha perbaikan yang mahal.
        • Masalah kebersihan dan kesehatan yang terkait dengan saluran pipa yang tersumbat, seperti keberadaan serangga dan bakteri yang berbahaya.
        Solusi dari masalah tersebut bisa dilakukan dengan penanganan secara fisik-mekanik, kimia maupun biologis. Jika sumbatan diduga karena kotoran zat organik semacam tinja, solusinya  bisa dengan cara menggelontor/menyemprot dengan air bertekanan. bisa juga dengan menyiram/menambahkan cairan mikroorganisme pengurai (EM). Jika sumbatan berupa logam, plastik, zat anorganik dan sejenisnya, maka solusinya dengan cara fisik-mekanik : dipungut, dipilin, ditarik, didorong, disedot, diremuk/dicacah/dihancurkan, di bor, ditiup, disemprot.

        Sekarang sudah banyak produk komersial berupa bubuk atau cairan untuk mengatasi ketersumbatan pada saluran air limbah. Pada umumnya produk tersebut hanya menjamin untuk sumbatan karena zat organik.  sumbatan karena pasir, semen, plastik, serpihan besi biasanya tidak bisa dihancurkan dengan produk komersial umumnya.

        Komposisi produk penghancur  sumbatan saluran limbah tentu merupakan rahasia perusahaan. Secara teoritis umumnya mengandung bahan-bahan sbb. :

        1. NaSO4         : menyerap  air, sehingga sisa zat organik bisa teralirkan.
        2. H2O2              : oksidator kuat bisa untuk memecah partikel organik.
        3. H2SO4       : melarutkan kerak yang menempel pada saluran, agar air limbah dapat lancar mengalir
        4. Enzim amilase  : penghancur karbohidrat, misalnya nasi, tepung, dll
        5. Enzim proteasa : penghancur protein, misalnya rambut, serpihan tulang, kuku.
        6. bahan tambahan : bahan pewangi, bahan pewarna
        7. bahan pembawa : berupa air atau powder

        Rabu, 15 November 2023

        Kebutuhan Air di Fasyankes

         

        Kebutuhan Air di Fasyankes

         

        Tipe Fasyankes

        Volume Air

        Rumah Sakit
        Tipe A dan B

        400 - 450 liter/tempat tidur/hari

        Rumah Sakit
        Tipe C dan D

        200 - 300 liter/tempat tidur/hari

        Puskesmas
        Rawat Inap

        15 - 20 liter/tempat tidur/hari ditambah 40-60 liter/tempat
        tidur/hari

        Puskesmas Non
        Rawat Inap

        15 - 20 liter/tempat tidur/hari

         

         

        Unit Pelayanan

        Volume Air

        Ruang Konsultasi

        5 liter/konsultasi

        Ruang Rawat Inap

        40-60 liter/pasien/hari

        Ruang Pemberian
        Makan Rawat Inap

        60 liter/pasien/hari

        Ruang Penanganan Kolera

        60 liter/pasien/hari

        Ruang Isolasi
        SARS

        100 liter/pasien/hari

        Ruang Operasi/
        Ruang Ibu Hamil

        100 liter/pasien/hari

        Ruang isolasi demam
        berdarah karena virus

        300 - 400 liter/pasien/hari


        sumber

        Pengelolaan Limbah Medis Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Catatan Teknis). Kemenkes RI, 2020