Kamis, 06 April 2017

Deteksi Fe dalam air dengan air teh

Keberadaan Fe (besi) dalam air tanah mengakibatkan kualitas air menjadi buruk. Ciri -ciri umum air yang mangandung Fe berlebih adalah :

  • air berbau hanyir (amis), kadang malah berbau telur busuk
  • berwarna kuning, kadang sampai berwarna kelabu.
  • air semula jernih, beberapa saat kemudian berubah menjadi bersuspensi atau keruh. 
  • bila dipakai untuk masak nasi, nasi menjadi berwarna kebiruan
  • noda2 coklat s/d hitam  pada kain yang dicuci 
  • noda  coklat hitam pada  dinding bak mandi  atau adanya endapan coklat hitam

Untuk mendeteksi keberadaan Fe dalam air, dapat dilakukan secara sederhana dan mudah  menggunakan air teh. Teknik ini sesungguhnya sudah lama dikenal,  dan perlu untuk di refresh lagi.

Caranya sangat mudah :
  • Tuangkan 1 liter air panas kedalam wadah  kemudian tambahkan teh sebanyak 2 sendok makan. biarkan sampai dingin  5 menit.
  • masukan 100 ml  air yang akan diperiksa kedalam gelas, kemudian tambahkan 2 sendok makan larutan teh.
  • Bila warna air berubah menjadi kebiru-biruan sd biru-kehitaman berarti positif mengandung Fe (besi).
  • Bila warna airnya tetap bearti tidak ada Fe dalam air

Sumber : Budi Utomo (2015)





Senin, 03 April 2017

Pemeriksaan Kelelahan Tenaga Kerja (dg metode SAY 12)

PEMERIKSAAN KELELAHAN TENAGA KERJA
[ Kecepatan Reaksi dengan Teknik SAY 12*) ]

Pengantar.
Pemeriksaan kelelahan tenaga kerja melalui analisis kecepatan reaksi seseorang diukur dengan alat reaction timer.  Harga sebuah reaction timer standar relatif mahal.  Pada tahun 2012 Sugeng Abdullah dan  Yulianto  mengembangkan (simplifikasi = menyederhanakan) reaction timer dengan memanfaatkan laptop  untuk pengukuran kecepatan reaksi dimaksud  menggunakan software sederhana. Metode atau teknik ini kemudian diberi nama SAY 12.

Alat :
  •  Laptop (windows Xp installed)
  •  LCD Monitor
  •  2 buah mouse
  •  Tabir penyekat
  •  Software JKLPwt Reaction Timer (installed)  -->  Down load disini


Bahan :
  •  Kertas / ATK

Cara Kerja :
a. Persiapan
  • Pasang LCD Monitor pada Laptop layaknya memasang LCD proyektor. Lakukan setting seperlunya.
  • Pasang 2 buah mouse pada Laptop, dimana satu mouse di non aktifkan sensor pergerakan pointernya (bisa dengan diplester, disebut mouse “B” ). Mouse yang lain disebut mouse “A”. Mouse “A” untuk operator dan mouse “B” untuk probandus (Klien / responden / tenaga kerja yang akan diuji).
  • Lakukan instalasi / setup software JKLPwt Reaction Timer. Bila setup berhasil, dilayar monitor akan tampak icon . KLIK ganda pada icon tersebut untuk mengaktifkannya.
  • Upayakan background / wallpaper pada monitor disetting polos warna gelap / hitam.
  • Posisikan layar monitor Laptop dengan LCD monitor saling membelakangi dan dipisahkan dengan tabir penyekat. Laptop untuk operator dan LCD Monitor untuk probandus.
    Operator memberikan penjelasan tentang tugas yang harus dilakukan oleh probandus. Pada saat pemeriksaan berlangsung probandus diminta menekan tombol KLIK kiri mouse “B” sesegera mungkin setiap saat muncul indikator warna merah di layar monitor.

b. Pelaksanaan pemeriksaan
  • Operator dan probandus menempatkan diri pada tempat duduk masing2. Bersikaplah tenang sebagaimana biasa. Probandus diminta untuk siap memperhatikan layar monitor.
  • Bila keduanya sudah siap, Operator menekan tombol / KLIK Start Over, kemudian secara cepat pindahkan pointer ke dalam tombol lingkaran putih. Probandus menekan tombol / KLIK saat muncul indikator warna merah.
  • Operator mencatat respon waktu reaksi yang ditampilkan di layar (dalam satuan milidetik). Selanjutnya KLIK kembali Start Over, dan kemudian secara cepat pindahkan pointer ke dalam tombol lingkaran putih.
  • Ulangi sebanyak 20 kali dengan jeda waktu yang berbeda
  •  Pilih angka catatan waktu reaksi sebanyak 10 di posisi tengah (urutan ke 6 – 15). Kemudian dihitung rata-ratanya. Bandingkan dengan standar kecepatan reaksi, yakni :
     Normal / Tidak lelah : 150,0 – 240,0 milisecond
     Lelah Ringan : 240,1 – 410,0 milisecond
     Lelah Sedang : 410,1 – 580,0 milisecond
     Lelah Berat : > 580 milisecond
     
c. Hasil
   Tabel pengukuran



d. Simpulan dan Rekomendasi
  •  Hasil dibandingkan dengan standar, kemudian dibuat simpulan
  •  Rekomendasi untuk tenaga kerja dan fihak manajemen ybs.

Minggu, 12 Maret 2017

Rekayasa Sarana Sanitasi 2017

Rekayasa Sarana Sanitasi (RSS) mahasiswa Diploma 3 Kesehatan Lingkungan Purwokerto patut mendapatkan apresiasi. Betapapun sederhananya RSS itu, tetap tidak akan mengurangi semangat berjuang mereka untuk memberi solusi atas masalah kesehatan lingkungan di sekitar kita.

Hasil RSS mereka dapat di pelajari dan tonton pada tautan berikut :


Nama Proyek RSS / IOM (instalation, operation, maintenance) dan Presentasi.

 NAMA : IPAL mini à Cawat


NAMA : Pendeteksi Boraks à food kit "boraks"


NAMA : Peredam suara Blender à BLENDER SILENCER YeTaViya

NAMA : Lilin Aromatic Pengusir Lalat à 4G CANDLE AROMATIC FLY REPELLENT


NAMA : Spill Kit à Hazardous and Tonix Materials Spill Kit


NAMA : Electric Mouse Trap à Electric Mouse Trap


NAMA : Kondensasi Incenerator à "Electric Mosquito Trap"


NAMA : Alat penghancur pempers dan pembalut à  "Rectangle Cockroach Trap "


NAMA : Penjernih Air (filtrasi) à "RWWT" (Recirculation Waste Water Treatment).


NAMA : Eco Air Cooler à eco cooler


NAMA : Thermometer Food à almari pendingin dg diapers à "Refrigerant Box”


NAMA : Alat cuci tangan portable (water recycle) à "Wastafel Water Recycle"


NAMA : Quality food box à food additive detector

NAMA : Penjernihan Air (koagulasi) à DEK'BELSYAPUT


NAMA : Ketel Ajaib  (distilasi) à Canithiko Destilation Kettle


NAMA : Alat penetral asap rokok à SMOKE NEUTRALIZING



NAMA : Natural Mosquito Repellent Tool à NATURAL MOSQUITO REPELLENT TOOL

NAMA : Modifikasi Aspirator à Trappola"


NAMA : Alat Penurun Kesadahan Air  à CATTAPA LEAVES PACK


NAMA : Alat pengendali debu à dust fall collector

Minggu, 05 Maret 2017

Eliminasi Bau dan Rasa air minum


  1. Aerasi bisa menghilangkan bau terutama yang disebabkan oleh H2S (Hydrogen Sulfida)
  2. Karbon aktif dapat menghilangkan baudan rasa. Dosis ekonomis 15-20 gram/m3.
  3. Kombinasi ozone dan karbon aktif, sangat efektif menghilangkan rasa dan bau dalam air.  Jika penggunaan bubuk karbon aktif > 20gr /m3 bau dan rasa tidak hilang dan ozone juga tidak tersedia, sebaiknya gunakan butiran karbon aktif untuk filtrasi.
  4. Penggunaan oksidator kuat diantaranya : Ozone, Superchlorination, Chlorine Peroxide
  5. Penambahan H2O2 dan filtrasi dengan media Mangan dioksida, berhasil menghilangkan bau dan rasa air.
  6. Kalium permanganat (KMnO4) dapat menghacurkan bau yang di akibatkan oleh Fero sulfat.  

Eliminasi Fenol dan Senyawanya dalam air minum

  1. Koagulasi dan filtrasi lambat tak mampu hiangkan  fenol dan senyawanya  yang ada dalam air
  2. Chlorine peroksida  sangat baik untuk hilangkan bau dan rasa  dalam air karena adanya fenol
  3. Ozone  dapat menghancurkan fenol dan senyawanya . Dosis ozone ditentukan secara empiris berdasarkan percobaan.
  4. Karbon aktif dapat di gunakan untuk menghilangkan fenol. Teknik slurry (bubuk tabur) atau  filtrasi  karbon aktif granula dapat dianjurkan untuk digunakan.
  5. Kombinasi ozone dan karbon aktif bail digunakan untuk atasi masalah fenol yang berat dan lama.
( Water Treatment Handbook. Degremont, 1973, hal. 576-577)