Rabu, 21 Maret 2018

Efisiensi removal unit pengolah air (limbah)

Efisiensi removal adalah kemampuan suatu sistem pengolahan air limbah untuk menghilangkan atau mengurangi unsur-unsur pencemar dalam air limbah. Beberapa unit pengolah air limbah yang umum digunakan dan efisiensi removal yang dapat dicapainya antara lain:

  1. Pengendapan primer: Unit ini dapat menghilangkan partikel besar dari air limbah dan memiliki efisiensi removal sekitar 50-70% pada padatan tersuspensi dan 25-40% pada BOD (Biochemical Oxygen Demand).

  2. Aerasi: Unit ini memperkenalkan oksigen ke dalam air limbah sehingga bakteri dapat hidup dan menguraikan zat organik. Efisiensi removal pada BOD dapat mencapai 85-95%.

  3. Pengendapan sekunder: Unit ini menggunakan bahan kimia untuk membantu mengendapkan padatan halus yang tidak dipisahkan oleh pengendapan primer. Efisiensi removal pada padatan tersuspensi dapat mencapai 90-95%.

  4. Filtrasi: Unit ini menggunakan media filtrasi seperti pasir, karbon aktif atau zeolit untuk menghilangkan partikel halus dan zat-zat terlarut dari air limbah. Efisiensi removal pada total padatan terlarut dapat mencapai 80-90%.

  5. Sterilisasi: Unit ini menggunakan bahan kimia atau sinar ultraviolet untuk membunuh mikroorganisme patogen dalam air limbah. Efisiensi removal pada koliform dan E.coli dapat mencapai lebih dari 99%.

  6. saringan tetes dapat mencapai 70-90% untuk BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan 60-80% untuk padatan tersuspensi. Namun, efisiensi removal tersebut dapat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan dan pengoperasian saringan tetes

  7. pra-sedimentasi pada padatan tersuspensi dapat mencapai 50-70%, sedangkan pada BOD mencapai 20-40%. Namun, efisiensi removal pra-sedimentasi pada fosfor dapat mencapai lebih dari 80%.

  8. sedimentasi primer pada padatan tersuspensi dapat mencapai 50-70%, sedangkan pada BOD mencapai 20-40%. Namun, efisiensi removal sedimentasi primer pada fosfor dapat mencapai lebih dari 80%.

  9. sedimentasi skunder pada BOD (Biochemical Oxygen Demand) dapat mencapai lebih dari 90%, sedangkan pada padatan tersuspensi mencapai 70-80%

  10. biofilter pada BOD (Biochemical Oxygen Demand) dapat mencapai 80-90%, sedangkan pada nitrat dan fosfat dapat mencapai lebih dari 90%

  11. ABR pada BOD (Biochemical Oxygen Demand) dapat mencapai 60-80%, sedangkan pada TSS (Total Suspended Solids) mencapai 70-90%.

  12. RBC pada BOD (Biochemical Oxygen Demand) dapat mencapai 80-90%, sedangkan pada padatan tersuspensi dapat mencapai 60-80%.





Tidak ada komentar: