Selasa, 26 Mei 2026

Deposisi Atmosferik Mikro-Nanoplastik dan Pencemaran Air Minum dalam Gelas Terbuka

 

dibuat dg Perplexity AI

Deposisi Atmosferik Mikro-Nanoplastik dan Pencemaran Air Minum dalam Gelas Terbuka


1. Mekanisme Deposisi Atmosferik Mikro-Nanoplastik

Deposisi atmosferik adalah proses jatuhnya partikel mikroplastik (MP, 1 μm–5 mm) dan nanoplastik (NP, <1 μm) dari atmosfer ke permukaan bumi melalui dua mekanisme:

Jenis Deposisi

Mekanisme

Karakteristik

Deposisi Kering

Gravitasi, impaksi, difusi

Partikel mengendap tanpa curah hujan, dominan untuk partikel >10 μm 

Deposisi Basah

Terporta ke awan, turun bersama hujan/salju

"Hujan mikroplastik", efektif untuk partikel kecil 1–10 μm 

Proses lengkap:

  1. Peluncuran ke atmosfer: Abrasi ban kendaraan, serat tekstil sintetis, pembakaran sampah, degradasi plastik di darat
  2. Transportasi: Partikel melayang di atmosfer, terbawa angin, masuk ke awan
  3. Pengendapan: Turun kembali ke bumi bersama hujan atau mengendap secara kering

2. Estimasi Kadar Mikroplastik di Udara

Konsentrasi di Udara (Ambien):

Lokasi

Konsentrasi

Metode

Bandung (urban)

0,3–0,6 partikel/m³

TSP, fiber mikroplastik digilib.itb.ac

Bandung (suburban)

0,1–0,3 partikel/m³

TSP digilib.itb.ac

IPST Sabuga (TPS)

4,22–6,95 MP/m³

Fasilitas pengolahan sampah digilib.itb.ac

Jakarta Pusat

37 partikel/9 cm²/2 jam

Deposisi, tertinggi di Indonesia news.detik

Malang

2 partikel/9 cm²/2 jam

Terendah (vegetasi dominan) news.detik

Laju Deposisi Atmosferik:

Lokasi/Situasi

Laju Deposisi

Keterangan

Rata-rata global

~15 partikel/m²/hari

Hujan

Jakarta (musim hujan)

>23 partikel/m²/hari

53% lebih tinggi dari rata-rata global

Las Vegas (urban)

263,6–944,6 MP/m²/hari

23× lebih tinggi dari global

Tempat makan/minum

hingga 10⁵ items/m²/hari

90% berukuran <100 μm 


3. Potensi Pencemaran Air Minum dalam Gelas Terbuka

Perhitungan Estimasi:

Asumsi:

  • Diameter gelas: 7 cm (luas permukaan = π × 3,5² = 38,5 cm² = 0,00385 m²)
  • Waktu paparan: 2 jam (durasi minum)
  • Lokasi: Jakarta (deposisi 37 partikel/9 cm²/2 jam = 4,11 partikel/cm²/2 jam)

Perhitungan:



Untuk lokasi dengan deposisi lebih rendah (Malang = 2 partikel/9 cm²/2 jam):



Kondisi indoor vs outdoor:

  • Studi menunjukkan paparan indoor 2-3× lebih tinggi daripada outdoor
  • Jika di dalam ruangan: bisa mencapai 160–500 partikel/2 jam untuk Jakarta

Perbandingan dengan Paparan Lain:

Jalur Paparan

Jumlah Partikel/Tahun

Deposisi atmosferik pada makanan/minuman

1,9 × 10⁵ – 1,3 × 10⁶ pubmed.ncbi.nlm.nih

Inhalasi (perkiraan)

Sebanding dengan deposisi pubmed.ncbi.nlm.nih

Ingesti langsung dari makanan

2–3 orders of magnitude lebih rendah pubmed.ncbi.nlm.nih


4. Kesimpulan & Rekomendasi Mitigasi

Parameter

Estimasi

Kadar MP udara (Indonesia)

0,3–6,95 partikel/m³ (tergantung lokasi) 

Laju deposisi (Jakarta)

>23 partikel/m²/hari (musim hujan) medcom

MP jatuh ke gelas 200 mL (2 jam)

8–160 partikel (outdoor); hingga 500 partikel (indoor)

Strategi mitigasi sederhana:

  1. Tutup gelas saat tidak diminum (mengurangi 90%+ paparan)
  2. Bilas wadah sebelum digunakan
  3. Hindari minum di area dengan aktivitas tinggi/traffic padat
  4. Prioritaskan indoor dining dengan filtrasi udara

Temuan ini menunjukkan bahwa deposisi atmosferik merupakan jalur paparan mikroplastik yang signifikan, setara dengan inhalasi dan 100–1000× lebih besar daripada ingest langsung dari makanan.pubmed.ncbi.nlm.nih


Sumber:
  1. Allen, S., Allen, D., Phoenix, V. R., Le Roux, G., Durantez, P., Simonneau, A., Stephane, B., & Galop, D. (2019). Atmospheric transport and deposition of microplastics in a remote mountain catchmentNature Geoscience.

  2. Ayenew, T., et al. (2022). Microplastic ingestion from atmospheric deposition during dining/drinking activitiesEnvironmental Pollution. URL: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/35299106/

  3. Purwiyanto, A. I. S. (2023). Dinamika dan Emisi Mikroplastik di Teluk JakartaRepository IPB / Disertasi. URL: https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116471

  4. Anonim / Tim penyusun (tanpa tahun pada file PDF). Mikroplastik di LingkunganUniversitas Ahmad Dahlan / Eprints UAD. URL: https://eprints.uad.ac.id/74629/2/Buku%20Digital%20-%20MIKROPLASTIK%20DI%20LINGKUNGAN.pdf

  5. Izza, N., Daniel, D., & Nastiti, A. (2025). Identifikasi mikroplastik pada air minum dalam kemasan (AMDK) bermerekTugas akhir / repository universitas. URL: https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/262121

  6. Ikhram, M., Fitrada, W., & Riyandini, V. L. (2024). Analisis mikroplastik pada air minum dalam kemasan di Kota PadangJurnal Metana, Universitas Diponegoro. URL: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/metana/article/view/62832/0

  7. BMKG / Dwi et al. (2025). BMKG jelaskan asal-usul mikroplastik cemari air hujan JakartaDetik News. URL: https://news.detik.com/berita/d-8176485/bmkg-jelaskan-asal-usul-mikroplastik-cemari-air-hujan-jakarta

  8. Medcom (2025). Turun bersama hujan, dari mana asal mikroplastik di udara? Medcom.id. URL: https://www.medcom.id/pendidikan/riset-penelitian/4KZwyPgN-turun-bersama-hujan-dari-mana-asal-mikroplastik-di-udara

Tidak ada komentar: