Rabu, 04 November 2026

Emerging pollutant (EP)

 

Emerging pollutant atau pencemar yang muncul/emerging contaminants adalah zat kimia, partikel, atau mikroorganisme yang semakin terdeteksi di lingkungan dan diduga berisiko bagi kesehatan manusia maupun ekosistem, tetapi belum selalu dipantau atau diatur secara memadai. Istilah ini tidak selalu berarti zat benar-benar baru; zat lama pun dapat disebut emerging bila ditemukan di lokasi, kadar, jalur paparan, atau bentuk dampak yang belum dikenali sebelumnya.

Definisi

Menurut EPA, emerging contaminants mencakup bahan buatan maupun alami—kimia, biologis, radiologis, atau nuklir—yang diketahui atau diperkirakan berada di lingkungan dan dapat menimbulkan risiko baru atau risiko yang muncul kembali bagi manusia, kehidupan air, dan lingkungan.[epa]

Ciri umumnya adalah:

  • Ditemukan dalam kadar sangat rendah, sering pada tingkat mikrogram per liter atau lebih kecil.
  • Persisten, mudah bergerak di air/tanah, dapat terakumulasi dalam organisme, atau sulit terurai.
  • Dampak jangka panjang dan ambang batas aman masih terus dikaji.
  • Sering tidak tersaring sempurna oleh instalasi pengolahan air limbah konvensional.

Contoh

Kelompok

Contoh

Sumber utama

Risiko

PFAS (“forever chemicals”)

PFOA, PFOS

Peralatan anti lengket, kemasan tahan minyak, busa pemadam, industri pelapisan

Sangat persisten, dapat terakumulasi, berisiko bagi kesehatan dan sulit dihilangkan.

Farmasi dan produk perawatan pribadi (PPCP)

Antibiotik, hormon, obat pereda nyeri, parfum, tabir surya, deterjen

Urin/feses manusia, pembuangan obat, rumah sakit, aktivitas rumah tangga

Gangguan endokrin organisme air, resistensi antimikroba, efek campuran pada ekosistem.

Mikroplastik dan nanoplastik

Serat sintetis, microbeads, fragmen plastik <5 mm

Pakaian sintetis, kosmetik, degradasi plastik, banjir/limpasan

Tertelan organisme air, menjadi pembawa bahan kimia lain, mencemari sedimen dan rantai makanan.

Bahan pengganggu endokrin

Bisfenol A, ftalat, beberapa pestisida

Plastik, pelarut, kosmetik, pestisida

Gangguan hormon dan reproduksi pada manusia serta hewan.

Bahan kimia dari ban

6PPD dan 6PPD-quinone

Abrasi ban kendaraan, limpasan jalan

Toksik bagi organisme air, terutama ikan.

PAH

Benzo(a)pyrene

Pembakaran tidak sempurna bahan bakar, asap kendaraan, aspal, kebakaran

Karsinogenik dan toksik bagi organisme.

Mikroorganisme resisten

Bakteri resisten antibiotik, gen resistensi

Limbah rumah sakit, peternakan, IPAL

Mempercepat resistensi antimikroba dan menyulitkan pengobatan infeksi.

Nanomaterial buatan

Nanoperak, nano-titanium dioksida

Kosmetik, tekstil, elektronik, industri

Toksisitas dan perilaku lingkungan masih terus diteliti.


Pengelolaan

Pengelolaan emerging pollutants dilakukan berjenjang: mencegah masuknya zat, memantau, mengolah, mengatur, dan memulihkan lingkungan. Tidak ada satu teknologi yang mampu menghilangkan seluruh jenis pencemar, sehingga biasanya diperlukan kombinasi beberapa tahap pengolahan.

Strategi

Contoh tindakan

Pengendalian dari sumber

Jangan membuang obat sisa ke toilet atau saluran air; gunakan program pengambilan obat; kurangi plastik sekali pakai; pilih produk dengan bahan kimia lebih aman; kelola pestisida dan pupuk agar tidak terbawa limpasan. 

Pemantauan

Uji air limbah masuk/keluar, air permukaan, air tanah, sedimen, dan biota untuk mengidentifikasi jenis serta konsentrasi pencemar. 

Pengolahan air limbah lanjutan

Gunakan karbon aktif, ozonasi, proses oksidasi lanjutan (AOP), membran seperti reverse osmosis/nanofiltrasi, serta ion exchange sesuai jenis pencemar. 

Pengendalian limpasan

Bangun biopori, rain garden, kolam retensi, dan sistem drainase berpori agar limpasan jalan/kota tidak langsung membawa PFAS, mikroplastik, dan bahan kimia ban ke sungai.

Regulasi dan standar

Tetapkan batas pencemaran, kewajiban pemantauan, izin pembuangan, dan pengendalian bahan berbahaya pada industri serta rumah tangga. 

Remediasi

Lakukan pembersihan tanah/air tercemar, misalnya dengan adsorpsi karbon aktif, filtrasi membran, atau teknologi degradasi lanjutan untuk pencemar tertentu.

Peran rumah tangga

Emerging pollutant adalah pencemar yang baru dikenali risikonya atau kembali menjadi masalah, Langkah sederhana yang dapat dilakukan:

  • Kembalikan obat kadaluarsa atau sisa obat ke apotek/fasilitas kesehatan yang menerima, jangan dibuang ke WC.
  • Kurangi plastik sekali pakai dan jangan membuang plastik ke saluran air.
  • Gunakan kosmetik dan deterjen secukupnya; hindari produk dengan microbeads plastik.
  • Kelola baterai, aki, dan limbah elektronik melalui pengumpul limbah B3, bukan dibuang ke sampah biasa.


Tidak ada komentar: