Minggu, 28 Juni 2026

Novel: Dingin di luar Panas di dalam

 


         "Bapak itu... persis seperti termos! Dingin di luar, tapi panas di dalam!"

Bagi orang banyak, Sugeng adalah pria Jawa yang kaku, dingin, dan teramat lempeng. Ia tak pandai mengumbar sanjungan, apalagi memamerkan kemesraan di ruang publik. Namun, di balik pintu rumah yang tertutup, di hadapan Dyah Sri Utari—istri yang menjelma menjadi pusat semestanya—Sugeng adalah kehangatan yang membara. Uut adalah casing-nya, penceria hidupnya, sekaligus wanita yang rela melipat ambisi pribadinya demi tegaknya kehormatan sang suami.

        Bersama, mereka meniti takdir dari masa-masa sulit yang pas-pasan hingga berhasil menapaki puncak karier di bawah bayang-bayang Gunung Slamet. Namun, tepat ketika angan-angan masa tua untuk menunaikan ibadah haji bersama dan menetap selamanya di Karangmangu mulai dirajut, sebuah kabut hitam tak kasat mata menyusup masuk. Isyarat-isyarat pamit yang sunyi mulai ditebar, dan Sugeng dipaksa menghadapi ujian terbesar dalam hidupnya: merelakan belahan jiwanya pulang lebih dulu, meninggalkan sepotong kehangatan yang tak akan pernah mendingin

Lanjut membaca / unduh buku KLIK disini ....

Senin, 22 Juni 2026

Buku Jokowi Lovers & Haters (Jejak Digital Tahun 2014-2026)

 

 KLIK untuk baca / unduh 

Bagaimana mungkin seorang pemimpin yang mengawali langkahnya dengan romansa sukarelawan organik di tahun 2014, menapaki perjalanannya di tahun 2026 dalam kepungan "patah hati politik" massal?

Selama dua belas tahun, ruang siber Indonesia bukan sekadar merekam kebijakan politik, melainkan menjelma menjadi laboratorium polarisasi ekstrem yang melelahkan. Di satu kutub, kelompok "Lovers" merawat heroisme wong cilik hingga batas kultus individu tanpa cela. Di kutub seberang, kelompok "Haters" membakar linimasa dengan tabungan resentimen teologis dan kecemasan kultural yang terstruktur.

Ditulis dengan pisau analisis sosiologi siber (digital sociology) yang tajam namun disajikan dengan gaya populer yang mengalir, buku ini membedah anatomi pertempuran digital kita. Mulai dari pelembagaan industri pasukan siber (buzzer), tragedi linguistik "Cebong vs Kampret" pada Pilpres 2019, dominasi populisme estetik di TikTok, hingga lahirnya faksi "Haters Baru"—mantan loyalis garis depan yang berbalik arah akibat patah hati oleh politik dinasti.

Buku ini bukan sekadar biografi tentang Joko Widodo. Ini adalah cermin retak bagi kita semua: sebuah potret tentang bagaimana jempol mendahului logika, bagaimana algoritma media sosial mendikte emosi warga, dan bagaimana demokrasi kita dipertaruhkan dari balik layar gawai.

"Sebuah catatan sosiologis yang sangat jernih dan berani. Buku wajib bagi siapa saja yang ingin memahami mengapa kita begitu mudah mencintai sekaligus membenci di era algoritma."

 KLIK untuk baca buku  / unduh teks lengkap 

Buku Pro Kontra IKN Nusantara

 




Nusantara di Antara Cetak Biru dan Realita: Membedah Dialektika 200 Tokoh Nasional (2019–2026)

Memindahkan ibu kota bukan sekadar urusan menggeser koordinat geografis pusat kekuasaan dari Jakarta ke Sepaku, melainkan sebuah pertaruhan terbesar bagi eksistensi peradaban modern Indonesia. Di balik megahnya rancangan Forest City dan ambisi digitalisasi abad ke-21, terhampar bentangan realitas sosiologis-ekologis yang sarat akan ketegangan, risiko fiskal, dan ujian kedaulatan hukum.

Buku naskah akademis ini secara berani dan objektif membedah megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui kacamata pemikiran 200 tokoh lintas disiplin sepanjang periode krusial 2019–2026. Di dalamnya, dialektika kebangsaan diuji secara berimbang melalui enam klaster kebijakan strategis:

·    Lingkungan & Spasial: Antara janji kota hijau rendah karbon dengan ancaman nyata deforestasi serta krisis air bersih.

·       Ekonomi & Fiskal: Menakar kesehatan APBN di tengah lambatnya penetrasi investasi asing global.

·    Hukum & Keamanan: Menyoroti dilema hak guna usaha (HGU) 190 tahun versus perlindungan tanah ulayat, sekaligus menguji kesiapan sistem pertahanan udara berlapis di jalur ALKI II.

·  Sosial & Digital: Menghalau risiko marginalisasi budaya asli Dayak-Paser dari arus deras modernisasi dan pengawasan siber massal.

Buku ini bukan sekadar catatan dokumenter ataupun puji-pujian teknokratis. Ini adalah sebuah dokumen reflektif, pegangan wajib bagi para akademisi, pembuat kebijakan, dan setiap warga negara yang menolak abai terhadap arah masa depan bangsa. Sebuah karya yang menuntut kita menjawab pertanyaan paling mendasar: Mampukah Nusantara tumbuh menjadi ibu kota yang tidak hanya dikagumi dunia karena kecerdasannya, tetapi juga dicintai rakyatnya karena keadilannya?

KLIK - Untuk Baca buku / Unduh buku Gratis

Selasa, 16 Juni 2026

Plasma Activated Water (PAW)

 

Plasma Activated Water (PAW) merupakan air yang telah diperlakukan menggunakan plasma sehingga mengandung berbagai ROS (Reaktive Oxygen Species) dan RNS  (Reaktive Nitrogeen Species) .

Komponen utama PAW meliputi:

  • H₂O₂
  • NO₂⁻
  • NO₃⁻
  • O₃
  • •OH

(Kaushik et al., 2021)

PAW memiliki sifat:

  • Antimikroba
  • Oksidatif
  • Relatif stabil

PAW saat ini banyak diteliti untuk:

  • Disinfeksi air
  • Sanitasi pangan
  • Pertanian
  • Pengolahan limbah

Bagaimana cara kerja plasma (menurut anak usia 5 tahun = ELI5, dari gemini AI):

Bayangkan Reaktor Plasma untuk Pengolahan Air ini seperti sebuah "Mesin Petir Ajaib" yang bertugas membersihkan air kotor menjadi air bersih.

Berikut adalah penjelasan sederhananya (ELI5):

1. Air Kotor Masuk (Inlet Air Limbah)

Pertama-tama, air yang penuh dengan kotoran, kuman, atau zat kimia berbahaya (air limbah) dimasukkan ke dalam tangki khusus di dalam mesin ini.

2. Membuat "Petir" di Dalam Mesin (Sumber Daya & Elektroda)

Mesin ini dihubungkan ke listrik bertegangan sangat tinggi. Di dalam tangki, ada bagian logam bernama Elektroda. Ketika listrik dinyalakan, elektroda ini akan menembakkan percikan listrik yang sangat kuat secara terus-menerus—mirip seperti petir kecil yang menyambar-nyambar di atas permukaan air.

3. Terbentuklah Plasma (Zona Discharge Gas Plasma)

Percikan listrik atau petir kecil tadi mengubah udara di sekitarnya menjadi sesuatu yang disebut Plasma. Plasma adalah wujud zat keempat (selain padat, cair, dan gas) yang sangat panas dan penuh energi. Di dalam zona plasma ini, keajaiban pembersihan dimulai.

4. Pasukan Pembersih Lahir (Generasi Radikal OH & Spesies Reaktif)

Petir plasma tadi memecah molekul udara dan air menjadi komponen-komponen super aktif yang disebut Radikal OH (Hidroksil) dan Ozon (O3). Anggap saja mereka ini seperti "Pasukan Pac-Man" atau "Spons Pembersih Super" yang sangat galak terhadap kotoran.

5. Menghancurkan Musuh (Oksidasi Polutan)

Pasukan Radikal OH dan Ozon tadi langsung menyerang kuman, bakteri, dan zat kimia beracun yang ada di dalam air. Mereka "menggigit" dan menghancurkan polutan tersebut sampai hancur tak tersisa, lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang aman seperti air bersih ($H_2O$) dan gas karbon dioksida ($CO_2$) yang biasa kita embuskan saat bernapas.

6. Air Bersih Keluar (Outlet Air Terolah)

Setelah kotorannya dihancurkan oleh pasukan petir plasma, air yang tadinya kotor dan berbahaya kini sudah berubah menjadi air yang bersih, sehat, dan aman untuk dikeluarkan dari mesin.

Singkatnya: Mesin ini menggunakan kekuatan petir buatan (plasma) untuk menciptakan pasukan pembersih alami yang bisa menghancurkan racun dan kuman di dalam air sampai benar-benar hilang!

Minggu, 14 Juni 2026

Zat berbahaya pada pangan instan

 Ki AI pintar menyajikan infografis yang mudah kita fahami, kemudian (semoga) kita bisa menyadari dan menyadarkan kawan atas bahaya apa saja yang kita konsumsi. sbb. :  




















BANDINGKAN DENGAN ZAT BERBAHAYA PADA KAMPANYE ANTI ROKOK





Senin, 08 Juni 2026

a

Odds Rasio E. coli vs Penyakit Perut (Diare)

 Tabel Perbandingan Odds Ratio E. coli dan Diare

PenelitianLokasiPopulasiOdds Ratio (OR)Keterangan
Munawarah et al. (2022)Bantul, Yogyakarta, IndonesiaRumah tangga dengan sumur gali3,1 (95% CI: 1,5–6,2)Risiko diare meningkat >3 kali lipat bila air sumur positif E. coli.
Hansen et al. (2025)Urban IndonesiaRumah tangga dengan septic tank dekat sumur2,8Jarak septic tank & curah hujan berpengaruh pada kontaminasi E. coli.
Murei & Momba (2025)Afrika SelatanKonsumsi air permukaan & sumur2,5–4,0Air dengan E. coli O157:H7 meningkatkan risiko gastrointestinal.
Mills et al. (2025)Jakarta & sekitarnyaSumur dangkal di kawasan padat~3,0Sumur dangkal lebih rentan kontaminasi, meningkatkan risiko diare.

Interpretasi

  • Konsisten: Hampir semua studi menunjukkan OR > 2, artinya risiko diare dua kali lipat atau lebih bila air sumur positif E. coli.
  • Variasi: Nilai OR berbeda tergantung kondisi lokal (kedalaman sumur, jarak septic tank, curah hujan, kepadatan penduduk).
  • Implikasi kesehatan: Air dengan E. coli tidak layak dikonsumsi tanpa pengolahan (perebusan, klorinasi, atau filtrasi).

Referensi

  1. Novita Husnul Munawarah, Rizki Amalia, Achmad Husein, Siti Hani Istiqomah. (2022). Analisis Spasial Sebaran Kejadian Kasus Diare dengan Keberadaan E. Coli Pada Air Sumur dan Kepadatan Penduduk di Kalurahan Tirtonirmolo. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol. 15 No. 2. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. DOI: https://doi.org/10.29238/sanitasi.v15i2.1384
  2. Hansen, P., Zahra, Z., Foster, T., Priadi, C., & Willetts, J. (2025). On-site sanitation systems and fecal contamination in shallow groundwater in urban Indonesia: assessing influence of distance and rainfall variables. Water Research, Vol. 287, Part B, 124431. Elsevier. DOI: https://doi.org/10.1016/j.watres.2025.124431 (doi.org in Bing)
  3. Arinao Murei & Maggy Ndombo Benteke Momba. (2025). Identification, Comparison, and Profiling of Selected Diarrhoeagenic Pathogens from Diverse Water Sources and Human and Animal Faeces Using Whole-Genome Sequencing. Microorganisms, Vol. 13(6), 1373. MDPI. DOI: https://doi.org/10.3390/microorganisms13061373
  4. Mills, F., Maysarah, S., Priadi, C. R., Willetts, J., Evans, B., & Foster, T. (2025). Risk factors for well contamination in urban Indonesia: evidence to inform siting of wells and sanitation systems. Journal of Water and Health, 23(12), 1415–1429. IWA Publishing. DOI: https://doi.org/10.2166/wh.2025.036