Emerging pollutant atau pencemar yang muncul/emerging contaminants adalah zat kimia, partikel, atau mikroorganisme yang semakin terdeteksi di lingkungan dan diduga berisiko bagi kesehatan manusia maupun ekosistem, tetapi belum selalu dipantau atau diatur secara memadai. Istilah ini tidak selalu berarti zat benar-benar baru; zat lama pun dapat disebut emerging bila ditemukan di lokasi, kadar, jalur paparan, atau bentuk dampak yang belum dikenali sebelumnya.
Definisi
Menurut EPA, emerging contaminants mencakup bahan buatan maupun alami—kimia, biologis, radiologis, atau nuklir—yang diketahui atau diperkirakan berada di lingkungan dan dapat menimbulkan risiko baru atau risiko yang muncul kembali bagi manusia, kehidupan air, dan lingkungan.[epa]
Ciri umumnya adalah:
- Ditemukan dalam kadar sangat rendah, sering pada tingkat mikrogram per liter atau lebih kecil.
- Persisten, mudah bergerak di air/tanah, dapat terakumulasi dalam organisme, atau sulit terurai.
- Dampak jangka panjang dan ambang batas aman masih terus dikaji.
- Sering tidak tersaring sempurna oleh instalasi pengolahan air limbah konvensional.
Contoh
|
Kelompok |
Contoh |
Sumber
utama |
Risiko |
|
PFAS (“forever chemicals”) |
PFOA, PFOS |
Peralatan anti lengket, kemasan tahan minyak, busa
pemadam, industri pelapisan |
Sangat persisten, dapat terakumulasi, berisiko bagi
kesehatan dan sulit dihilangkan. |
|
Farmasi dan produk perawatan pribadi (PPCP) |
Antibiotik, hormon, obat pereda nyeri, parfum, tabir
surya, deterjen |
Urin/feses manusia, pembuangan obat, rumah sakit,
aktivitas rumah tangga |
Gangguan endokrin organisme air, resistensi antimikroba,
efek campuran pada ekosistem. |
|
Mikroplastik dan nanoplastik |
Serat sintetis, microbeads, fragmen plastik <5 mm |
Pakaian sintetis, kosmetik, degradasi plastik,
banjir/limpasan |
Tertelan organisme air, menjadi pembawa bahan kimia lain,
mencemari sedimen dan rantai makanan. |
|
Bahan pengganggu endokrin |
Bisfenol A, ftalat, beberapa pestisida |
Plastik, pelarut, kosmetik, pestisida |
Gangguan hormon dan reproduksi pada manusia serta hewan. |
|
Bahan kimia dari ban |
6PPD dan 6PPD-quinone |
Abrasi ban kendaraan, limpasan jalan |
Toksik bagi organisme air, terutama ikan. |
|
PAH |
Benzo(a)pyrene |
Pembakaran tidak sempurna bahan bakar, asap kendaraan,
aspal, kebakaran |
Karsinogenik dan toksik bagi organisme. |
|
Mikroorganisme resisten |
Bakteri resisten antibiotik, gen resistensi |
Limbah rumah sakit, peternakan, IPAL |
Mempercepat resistensi antimikroba dan menyulitkan
pengobatan infeksi. |
|
Nanomaterial buatan |
Nanoperak, nano-titanium dioksida |
Kosmetik, tekstil, elektronik, industri |
Toksisitas dan perilaku lingkungan masih terus diteliti. |
Pengelolaan emerging pollutants dilakukan berjenjang: mencegah masuknya zat, memantau, mengolah, mengatur, dan memulihkan lingkungan. Tidak ada satu teknologi yang mampu menghilangkan seluruh jenis pencemar, sehingga biasanya diperlukan kombinasi beberapa tahap pengolahan.
|
Strategi |
Contoh
tindakan |
|
Pengendalian dari sumber |
Jangan membuang obat sisa ke toilet atau saluran air;
gunakan program pengambilan obat; kurangi plastik sekali pakai; pilih produk
dengan bahan kimia lebih aman; kelola pestisida dan pupuk agar tidak terbawa
limpasan. |
|
Pemantauan |
Uji air limbah masuk/keluar, air permukaan, air tanah,
sedimen, dan biota untuk mengidentifikasi jenis serta konsentrasi pencemar. |
|
Pengolahan air limbah lanjutan |
Gunakan karbon aktif, ozonasi, proses oksidasi lanjutan
(AOP), membran seperti reverse osmosis/nanofiltrasi, serta ion exchange
sesuai jenis pencemar. |
|
Pengendalian limpasan |
Bangun biopori, rain garden, kolam retensi, dan sistem
drainase berpori agar limpasan jalan/kota tidak langsung membawa PFAS,
mikroplastik, dan bahan kimia ban ke sungai. |
|
Regulasi dan standar |
Tetapkan batas pencemaran, kewajiban pemantauan, izin
pembuangan, dan pengendalian bahan berbahaya pada industri serta rumah
tangga. |
|
Remediasi |
Lakukan pembersihan tanah/air tercemar, misalnya dengan
adsorpsi karbon aktif, filtrasi membran, atau teknologi degradasi lanjutan
untuk pencemar tertentu. |
Peran rumah tangga
Emerging pollutant adalah pencemar yang baru dikenali risikonya atau kembali menjadi masalah, Langkah sederhana yang dapat dilakukan:
- Kembalikan obat kadaluarsa atau sisa obat ke apotek/fasilitas kesehatan yang menerima, jangan dibuang ke WC.
- Kurangi plastik sekali pakai dan jangan membuang plastik ke saluran air.
- Gunakan kosmetik dan deterjen secukupnya; hindari produk dengan microbeads plastik.
- Kelola baterai, aki, dan limbah elektronik melalui pengumpul limbah B3, bukan dibuang ke sampah biasa.