Dalam kenyataannya IPAL yang ada memiliki ukuran sesuai dengan jumlah limbah yang diolah. Ukuran yang besar itu, semula berasal dari konversi hasil percobaan skala mini model IPAL yang dibuat. Model IPAL secara ketat harus dibuat dengan mengacu pada kriteria disain sistem pengolah yang dipilih batct atau continue.
Batch artinya air limbah yang diolah dimasukkan wadah dengan volume, perlakuan dan waktu tertentu. misalnya: air limbah dengan volume 10 liter dimasukkan ember, kemudian ada perlakuan dengan memasukkan sejumlah kerikil dan dibiarkan selama 2 hari. Batch bisa dipahami, cara mengolah limbah untuk satu kali selesai, ganti dengan limbah baru. terdapat jeda pergantian limbah.
Continue artinya air limbah yang diolah dialirkan terus-menerus kedalam wadah dengan debit dan perlakuan, volume tertentu. misalnya: air limbah dengan debit 5 lt/hari dialirkan masuk kedalam ember volume 20 lt yang ada perlakuan berupa memasukkan sejumlah kerikil dan dibiarkan terus mengalir. Continue dapat dipahami cara mengolah limbah terus menenerus tanpa jeda.
Konversi model IPAL Batch skala percobaan ke ukuran IPAL continue yang sesungguhnya sesuai dengan jumlah limbah yang akan diolah, ditentukan minimal berdasarkan pendekatan rumus waktu detensi, yakni: td = V/Q (td= waktu detensi, V= Volume, Q= Debit). Selanjutnya tinggal mengalikan satuan perlakuan. Perlu diperhatikan bahwa realitas di lapangan hampir semua IPAL yang ada menggunakan sistem continue. Jika konversi model IPAL batch ke IPAL batch yang sesungguhnya adalah mengalikan volume dan satuan perlakuan. Waktu perlakuan tetap (tidak dikalikan).
Adapun konversi model IPAL continue ke ukuran IPAL yang sesungguhnya sesuai dengan jumlah limbah yang akan diolah, adalah dengan mengalikan debit, volume, satuan perlakuan.
Contoh konversi sederhana model IPAL Batch ke IPAL Continue.
Data ipal percobaan:
Volume (V) : 10 liter
Perlakuan (P) : 30 butir kerikil ukuran 2-3 cm (sebagai media biofilter)
Waktu perlakuan : 2 hari.
Konversikan ke IPAL continue .
- Tentukan waktu detensi. waktu detensi = waktu perlakuan = 2 hari
- Tentukan debit (Q) = 10 liter / 2 hari = 5 liter/ hari.
- Tentukan volume ipal kontinyu = volume ipal batch = 10 liter.
-MISAL debit nyata 200lt / hari maka volume IPAL 200/5 * 10= 40*10 = 400 lt
atau V = Q.td = 200 x 2 = 400
---------------
Contoh Data Desain Fitoreaktor Batch
Tidak ada komentar:
Posting Komentar