Selasa, 03 Juni 2025

Konversi Disain IPAL dari Skala Percobaan

Dalam kenyataannya IPAL yang ada  memiliki ukuran sesuai dengan jumlah limbah yang diolah. Ukuran yang besar itu,   semula berasal dari konversi hasil percobaan skala mini model IPAL yang dibuat. Model IPAL secara ketat harus dibuat dengan mengacu pada kriteria disain sistem pengolah yang dipilih batct atau continue

Batch artinya air limbah yang diolah dimasukkan wadah dengan volume, perlakuan dan waktu tertentu. misalnya: air limbah dengan volume 10 liter dimasukkan ember, kemudian ada perlakuan dengan memasukkan sejumlah kerikil dan dibiarkan selama 2 hari. Batch bisa dipahami, cara mengolah limbah untuk satu kali selesai, ganti dengan limbah baru. terdapat jeda pergantian  limbah.

Continue  artinya air limbah yang diolah dialirkan terus-menerus kedalam wadah  dengan debit dan perlakuan, volume tertentu. misalnya: air limbah dengan debit 5 lt/hari  dialirkan masuk kedalam  ember volume 20 lt  yang  ada perlakuan berupa memasukkan sejumlah kerikil dan dibiarkan terus mengalir. Continue dapat dipahami cara mengolah limbah terus menenerus tanpa jeda.

Konversi model IPAL Batch skala percobaan ke ukuran IPAL continue yang sesungguhnya sesuai dengan jumlah limbah yang akan diolah, ditentukan  minimal berdasarkan pendekatan rumus waktu detensi, yakni:  td = V/Q  (td= waktu detensi, V= Volume, Q= Debit). Selanjutnya tinggal mengalikan satuan perlakuan.  Perlu diperhatikan bahwa realitas di lapangan hampir semua IPAL yang ada menggunakan sistem continue. Jika konversi model IPAL batch ke IPAL batch yang sesungguhnya adalah mengalikan volume dan satuan perlakuan. Waktu perlakuan tetap (tidak dikalikan).

Adapun konversi model IPAL continue ke ukuran IPAL yang sesungguhnya sesuai dengan jumlah limbah yang akan diolah,  adalah dengan mengalikan  debit, volume, satuan perlakuan.

Contoh konversi sederhana model IPAL  Batch ke IPAL Continue.

Data ipal percobaan:
Volume  (V) : 10 liter
Perlakuan (P) :  30  butir kerikil ukuran 2-3 cm (sebagai media biofilter)
Waktu perlakuan : 2 hari.

Konversikan ke IPAL continue .
- Tentukan waktu detensi. waktu detensi = waktu perlakuan = 2 hari
- Tentukan debit (Q)  = 10 liter / 2 hari   = 5 liter/ hari.
- Tentukan volume ipal kontinyu = volume ipal batch = 10 liter.
 
-MISAL debit nyata 200lt / hari maka volume IPAL 200/5  * 10= 40*10  = 400 lt
atau V = Q.td = 200 x 2 = 400
---------------
Contoh Data Desain Fitoreaktor Batch
ParameterNilai DesainSatuanRumus/Keterangan
Volume Reaktor (V)Q × HRTLHRT 7-21 hari (statis batch)
Densitas Tanaman20-50g/LKiambang/kayu apu 150-300 g/m² 
Rasio Tanaman:Limbah1:10-1:20g:LVariasi 25:75% untuk optimasi
Kedalaman Air20-40cmHidroponik terapung konvensional
Luas Media0.5-2Eceng gondok/kiambang optimal

Tidak ada komentar: