Berikut adalah panduan tutorial praktisnya:
1. Pemeliharaan Unit Pengaduk Cepat (Koagulasi)
Unit ini bekerja dengan intensitas tinggi (nilai G yang tinggi). Fokus utama adalah pada mekanis dan titik injeksi:
- Pemeriksaan Impeller dan Poros (Shaft): Karena bekerja pada kecepatan tinggi, periksa getaran berlebih pada poros. Pastikan impeller tidak mengalami pengikisan atau korosi akibat kontak dengan koagulan pekat (seperti Alum atau Feri Klorida).
- Optimasi Titik Injeksi: Pastikan bahan kimia diinjeksikan tepat di area turbulensi paling tinggi dari pengaduk agar dispersi terjadi seketika (dalam hitungan detik).
- Pelumasan Motor: Lakukan pelumasan berkala pada bearing motor penggerak untuk mencegah overheating akibat beban kerja yang terus-menerus.
2. Pemeliharaan Unit Pengaduk Lambat (Flokulator)
Unit ini dirancang untuk membangun flok tanpa memecahnya kembali. Pemeliharaannya meliputi:
- Penyelarasan Kecepatan (VFD): Jika menggunakan Variable Frequency Drive (VFD), pastikan pengaturan kecepatan putar pedal (paddle) tetap akurat. Kecepatan yang terlalu tinggi akan memecah flok (floc shear), sedangkan terlalu rendah akan menyebabkan flok mengendap prematur di bak flokulasi.
- Inspeksi Pedal dan Rantai Penggerak: Periksa apakah ada baut yang longgar pada pedal pengaduk. Jika menggunakan penggerak rantai, pastikan ketegangan rantai tepat dan terlumasi dengan grease khusus yang tahan air.
- Pembersihan Baffle (Sekat): Jika flokulasi menggunakan sistem hidrolis (sekat), bersihkan akumulasi lumpur atau bio-film yang menempel pada sekat karena dapat mengubah pola aliran dan mengurangi waktu detensi.
3. Sistem Pembubuhan Kimia (Chemical Feed System)
Bahan kimia koagulan seringkali bersifat korosif dan dapat menyebabkan penyumbatan:
- Pembersihan Jalur Pipa (Flushing): Lakukan flushing pada pipa dosis secara rutin menggunakan air bersih untuk mencegah kristalisasi atau pengendapan bahan kimia yang dapat menyumbat aliran.
- Kalibrasi Pompa Dosis (Dosing Pump): Lakukan kalibrasi debit pompa minimal sebulan sekali. Pastikan volume bahan kimia yang keluar sesuai dengan pengaturan pada panel kontrol agar tidak terjadi pemborosan atau kegagalan proses.
- Perawatan Tangki Pelarut: Kuras dan bersihkan tangki pelarut bahan kimia dari endapan "undissolved" yang biasanya menumpuk di dasar tangki.
4. Kontrol Operasional: Jar Test berkala
Pemeliharaan unit kimia tidak hanya soal mesin, tapi juga soal akurasi dosis:
- Uji Jar Rutin: Lakukan Jar Test setiap kali terjadi perubahan kualitas air baku (misalnya saat hujan di mana kekeruhan naik tajam). Ini memastikan unit koagulasi-flokulasi bekerja pada titik optimumnya.
- Monitoring pH: Karena koagulasi sangat bergantung pada pH, pastikan elektroda pH-meter selalu bersih dan terkalibrasi agar pembacaan tetap akurat.
5. Keselamatan Kerja (Safety)
Unit ini menggunakan bahan kimia berbahaya:
- Inspeksi Alat Keselamatan: Pastikan unit emergency shower dan eye wash station di dekat area penyimpanan kimia berfungsi dengan baik.
- APD: Selalu gunakan pelindung mata dan sarung tangan tahan kimia saat melakukan pemeliharaan pada pompa atau tangki dosis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar