OP bangunan Intake dan screen

 




1. Pemeliharaan Unit Screen (Saringan sersah/Sampah)

Screen atau trash racks adalah unit pertama yang bersentuhan dengan benda padat. Kegagalan pemeliharaan di sini akan menyebabkan penurunan debit air yang masuk ke instalasi.

  • Monitoring Kehilangan Tekanan (Head Loss): Pantau perbedaan ketinggian air sebelum dan sesudah saringan secara rutin. Peningkatan head loss yang signifikan menunjukkan bahwa saringan sudah mulai tersumbat oleh sampah atau puing-puing.
  • Pembersihan Rutin:
    • Saringan Manual: Bersihkan menggunakan garu (rake) secara terjadwal. Frekuensi pembersihan harus ditingkatkan secara drastis selama musim hujan atau banjir, di mana jumlah puing-puing di sungai meningkat pesat.
    • Saringan Mekanis (Traveling Screens): Jika menggunakan tipe bergerak, periksa kondisi motor penggerak, rantai, dan sistem penyemprot air pembersih (wash-water system) untuk memastikan sampah benar-benar terbuang ke bak penampung.
  • Pengecekan Korosi: Karena screen terus-menerus terendam air, periksa tanda-tanda korosi pada batang-batang saringan. Lakukan pengecatan ulang atau penggantian jika struktur mulai melemah.
2. Pemeliharaan Bangunan Intake

Bangunan intake dirancang untuk menghadapi variasi level air dan kondisi kualitas air baku yang berubah-ubah.

  • Manajemen Sedimentasi: Salah satu masalah utama pada intake adalah penumpukan lanau dan pasir di sekitar lubang pemasukan (intake ports). Lakukan pengerukan atau pembersihan sedimen secara berkala agar kapasitas pengambilan air tetap optimal dan tidak menyumbat pipa transmisi.
  • Inspeksi Pintu Air (Sluice Gates):
    • Lakukan pelumasan pada batang ulir (stem) dan roda gigi penggerak pintu air secara rutin.
    • Operasikan pintu air (buka-tutup) secara penuh minimal sebulan sekali untuk memastikan pintu tidak macet akibat karat atau kotoran yang mengeras.
  • Pemeriksaan Konduit (Saluran Pembawa): Periksa bagian dalam konduit atau pipa intake dari akumulasi sedimen atau pertumbuhan organisme akuatik (seperti lumut atau kerang) yang dapat mempersempit diameter pipa dan meningkatkan friksi.
3. Monitoring Operasional dan Lingkungan

  • Kontrol Debit: Pastikan kecepatan aliran air yang melewati saringan tidak melebihi kecepatan desain agar sampah tidak "tertekan" menembus celah saringan.
  • Kebersihan Area: Jaga area sekitar intake dari tumpukan sampah atau tanaman air (seperti eceng gondok) yang dapat menyumbat aliran masuk secara masif.
4. Keselamatan Kerja (Safety)

Pekerjaan di area intake memiliki risiko tinggi:

  • Gunakan sabuk pengaman (safety harness) dan pelampung saat bekerja di atas air atau di dekat tepian intake yang dalam.
  • Jika diperlukan inspeksi bawah air, gunakan penyelam profesional dan pastikan semua pompa serta pintu air dalam kondisi terkunci (Lock-Out/Tag-Out) demi keselamatan.

Tips dari Dosen: Catatlah setiap volume sampah yang diangkat dari screen dalam buku log. Data ini sangat berguna untuk memprediksi pola datangnya sampah musiman dan merencanakan jumlah personel cadangan di masa mendatang

Tidak ada komentar: