Berikut adalah tutorial praktisnya:
1. Pengendalian Kerak Kalsium Karbonat (Scale Control)
Masalah utama dan yang paling sering terjadi pada unit ammonia stripping adalah pembentukan kerak kalsium karbonat () pada media pengisi (packing). Hal ini terjadi karena penambahan kapur untuk menaikkan pH.
- Pencucian Asam (Acid Washing): Lakukan pembersihan berkala menggunakan larutan asam (biasanya asam klorida/HCl atau asam sulfat encer) untuk melarutkan kerak. Proses ini dapat dilakukan dengan sirkulasi asam di dalam menara tanpa membongkar media.
- Inspeksi Visual: Periksa ketebalan kerak pada media pengisi secara rutin. Jika kerak terlalu tebal, efisiensi transfer gas akan menurun drastis karena luas permukaan kontak berkurang.
2. Pemeliharaan Media Pengisi (Packing Maintenance)
Media pengisi adalah komponen paling vital di dalam menara.
- Pembersihan Tekanan Tinggi: Jika kerak tidak bisa hilang dengan asam, gunakan semprotan air bertekanan tinggi untuk merontokkan deposit fisik atau pertumbuhan biologis yang menempel.
- Pengecekan Channeling: Pastikan media tidak tersumbat secara tidak merata. Penyumbatan di satu sisi akan menyebabkan air hanya mengalir di sisi lain (channeling), yang mengakibatkan rasio udara-air tidak optimal dan efisiensi stripping anjlok.
3. Pemeliharaan Sistem Distribusi Air (Nozel)
Air harus jatuh sebagai butiran halus di atas media pengisi.
- Pembersihan Nozel: Periksa nozel penyemprot di bagian atas menara. Deposit kapur sering menyumbat lubang nozel. Pastikan pola semprotan tetap seragam dan tidak ada area "kering" di atas media pengisi.
- Leveling Nampan Distribusi: Jika menggunakan sistem nampan (tray), pastikan posisi nampan tetap datar agar air terbagi rata ke seluruh penampang menara.
4. Perawatan Sistem Udara (Blower/Fan)
Unit ini membutuhkan aliran udara dalam jumlah besar untuk membawa keluar gas amonia.
- Lubrikasi Motor: Lakukan pelumasan rutin pada bantalan (bearing) blower atau kipas angin.
- Cek Getaran dan Sabuk (Belt): Periksa ketegangan sabuk penggerak dan amati adanya getaran yang tidak biasa yang bisa menandakan kerusakan pada poros atau ketidakseimbangan kipas akibat korosi.
- Pembersihan Air Intake: Pastikan filter atau lubang masuk udara bersih dari debu atau sampah agar volume udara yang masuk tetap sesuai dengan desain rasio udara-air.
5. Pemeliharaan Sistem Dosis Kimia (pH Control)
Proses stripping tidak akan berhasil jika pH air tidak terjaga di atas 10,5.
- Pembersihan Pipa Kapur: Pipa yang mengalirkan larutan kapur (lime slurry) sangat rentan tersumbat. Lakukan flushing harian pada pipa dosis.
- Kalibrasi pH Meter: Karena pH adalah kunci keberhasilan proses, lakukan kalibrasi elektroda pH secara mingguan agar pembacaan tetap akurat.
6. Keselamatan Kerja dan Lingkungan
- Kontrol Bau: Gas amonia hasil stripping sangat berbau menyengat. Periksa sistem scrubber (jika ada) di bagian pengeluaran udara untuk memastikan amonia tidak mencemari udara sekitar.
- APD: Mengingat pH air yang sangat tinggi (basa kuat), petugas pemeliharaan wajib menggunakan pelindung mata, sarung tangan karet, dan masker pelindung gas amonia saat bekerja di area menara.
Pesan Tambahan: Perlu diperhatikan bahwa efisiensi menara stripping sangat dipengaruhi oleh suhu air. Pada musim hujan atau suhu dingin, efisiensi akan menurun drastis, sehingga pemeliharaan pada sistem pemanas air (jika ada) atau penyesuaian laju udara menjadi sangat penting
Tidak ada komentar:
Posting Komentar